Jumat, 09 Mei 2014

Bahasa Indonesia

"Morfologi"


*        Morfologi adalah ilmu yang mempelajari tata bentukan kata
Dibagi menjadi :
1). Morfem adalah satuan bentuk yang punya arti
      a. Bebas     : morfem yang mampu berdiri sendiri
 contoh   :pergi,kerja,puas ,dsb.
 b. Terikat dibagi menjadi :        
1. Morfologi berupa imbuhan dibagi  menjadi :
a. Afik (berupa imbuhan senyawa gelembung)
1. Prefik (awalan)           : ke-,me-,ber-,ter-,per-,di-,se-,ku-,
2. Sufik (akhiran)           : -an,-kan,-i
3. Infik (sisipan)              : -el-,-em-,-er-
Sifat-sifat improduktif
Contoh: gelembung, geligi, gerigi
4. Simulfik/konfiks (serentak): dua imbuhan yang muncul bersamaan
Contoh            :ke-pribadi-an (saling mendukung arti dan fungsi)
5. Afiks gabungan (tidak serentak) : dua imbuhan yang muncul tidak bersama-sama,masing –masing imbuhan mempertahankan fungsi dan arti masing-masing
Contoh  : ber + pakai + an
                 ber + kepribadian
6. Sufiks benerifiks : akhiran penghormatan
Contoh  : ayahanda dan ibunda
b. unik : hanya bisa bergabung dengan dengan morfem tertentu
contoh           : gelap gulita, sunyi senyap, kelapa sawit
c. MDTM (Morfem Dasar Terikat secara Morfologi) : Morfem yang mampu berdiri jika bergabung dengan morfem yang lain.
Contoh          : menung =termenung
        gerah=tergerah
        kejut=terkejut
2.Sintaksis : kata yang tidak mengandung arti jika tidak dalam kalimat
   Contoh: dari, daripada, untuk, pada, kepada


2. Kata
   1. Menurut bentuk
1. Kata dasar : kata yang menjadi dasar bagi pembentukan kata yang lebih luas
                     - kata dasar primer : kata asal yang berasal dari kata asal
                         Contoh :pribadi dari kepribadian
                         Dibagi menjadi 2:
1. Bebas (kata yang bisa berdiri sendiri dalam kalimat)
Contoh : pergi, makan, tidur
2.Terikat (kata yang tidak bisa berdiri sendiri dalam kalimat)
Contoh: gerah, menung, kejut
- kata dasar sekunder : kata dasar yang berasal bukan dari kata asal
 Contoh: kepribadian dari berkepribadian
2. Kata jadian atau proses morfologi
1. Proses Afiksasi : (Proses melekatnya imbuhan pada kata dasar baik pada bentuk tunggal maupun kompleks/gabung)
1. Kata tunggal
a. Ditulis serangkai,bila afik melekat pada kata dasar yang diawali huruf kecil
Contoh : mengindonesikan
b. Di tulis terpisa,bila afik melekat pada kata dasar yang diawali huruf besar
contoh :se-Mojokerto (diberi tanda penghubung)
2.Kata gabung
a) kata gabung + awalan ,maka afik melekat pada kata pada kata pertama dan kata gabung ditulis terpisah
contoh : bertanggung jawab
b) kata gabung + akhiran,maka afik melekat pada kata kedua dan kata gabung ditulis terpisah
contoh : garis bawahi
c) kata gabung + konfik (awalan + akhiran), maka ditulis serangkai
contoh :dilipatgandakan
2. kata ulang atau reduplikasi (pengulangan kata bisa lebih dari satu)
a. Dwilingga (kata ulang utuh) adalah kata yang diulang secara keseluruhan
       
1. Asal lingga
            Contoh : lari-lari
        2. jadian/imbuhan
            Contoh: kejadian-kejadian
b. Dwipurwa (kata ulang sebagian)
        1. kata ulang suku kata
            Contoh: sesekali
        2. kata ulang komponen pokok
           - pertama
               Contoh :menarik-narik
           -  kedua
               Contoh :tarik-menarik
c. Kata ulang berubah bunyi
        1. Sama vokal
contoh :sayur-mayur
        2. Sama konsonan
contoh:bolak-balik
        3.Komponen pokok kata pertama
contoh :sayur-mayur
        4. Komponen pokok kata kedua
contoh:corat-coret
        5.Tanpa komponen pokok.
contoh : mondar-mandir
d. Kata ulang berimbuhan
 Contoh :anak-anakan
3. Komposisi pengabungan kata, dibagi menjadi :
               1. kata gabung berupa kelompok tetap/majemuk
                           a. Komulatif : 1.setara(tikar bantal )
                                                2. berlawanan arti(tinggi rendah)
                                                3. sama arti(indah permana)
b. Determinatif: kata ulang bergabung ,mempunyai fungsi/kata ulang yang unsurnya saling menentukan
    Contoh: sapu tangan
c. Posesif : salah satu unsur menyatakan unsur yang lain
Contoh:kumis kucing,kaki meja
2. kelompok bebas
1.Aneksi : gabungan dua kata/lebih yang tidak ada hubungannya dan tidak membentuk arti
              Contoh:bikin sumur,uang spp
2.Frase: bagian kalimat
2. Menurut jenis (menurut pandangan)
1. Tata bahasa struktural/Gorescoraf (tata bahasa yang sudah disempurnakan)
     a. Jenis kata lugas
     b. Jenis kata benda
                 - Konkrit
                 - Abstrak
     c. Jenis kata sifat
d. Jenis kata kerja
2. Tata bahasa tradisiona/Aristoteles
     1. Kata seru (Nah!)
1. Pengertian: kata yang mengandung atau menyatakan luapan emosi yang berbeda
2.Sifat/ciri-ciri: - Tidak mempunyai jabatan dalam kalimat
                         - Dapat menyampaikan luapa emosi yang berbeda
                         - Letaknya bisa di awal,di tengah dan di akhir
                         - Bisa berdiri sebagai kalimat lengkap
3.Macam :   1. Makna kamus.
 Contoh : ya ampun
                 2. Tidak mempunyai makna kamus.
Contoh : cis, cih, wah
                 3.Ungkapan tetap.
Contoh: masya allah
                 4.Onomatope(tiruan bunyi).
Contoh :dor
                 5,Sumpah serapah.
Contoh :bangsat
                 6. Semboyan.
Contoh:merdeka atau mati

2. Kata Penghubung (tetapi)
1. Pengetian : kata yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang   lainnya

2. Macam : 1.Koordinatif : kata yang mempunyai makna sintaksis yang sama
                 Contoh : ia menangis dan istrinya
2. Subordinatif : kata yang mempunyai nilai sintaksis yang berbeda
                             1. Waktu                    : ketika ,setelah,sebelum,sejak
                             2. Syarat                     : jika, bila, jikalau, manakala
                             3. Pengandaian            : seandainya, umpamanya, andaikan
                             4. Tujuan                     : agar, supaya
5. Konsesif                   : walaupun, meskipun,biarpun,   bagaimanapun
6. Pemiripan                : seperti,sebagaimana,seakan
7. Pengakibatan           : sehingga,sampai-sampai,makanya
8. Penyebaban             : dikarenakan,sebab,karena
9. Cara                         : dengan
10. Penjelasan              : bahwa
3. korelatif : antar kalimat satu pada bahasa sastra menggabungkan dua kalimat  atau lebih
                   Contoh: ayah makan, ayah minum
4.Antar kalimat : kata yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lain letaknya setelah : biarpun, demikian, maka dari itu
                   Contoh : Kamu tak sependapat dengan dia, biarpun begitu kami tak menghalanginya.
5.Antar paragraf  :kata yang menghubungkan paragraf satu dengan paragraf lain.
                   Contoh : Berdasarkan hal di atas………….

3.Kata ganti (ia)
1. Pengertian : segala kata yang dipakai untuk mengantikan kata benda yang dibendakan
2. Macam: 1. Kata ganti orang pertama, kedua
                     (khusus pasif bentuk persona)
 2. Kata ganti orang ketiga ,tunggal,jamak
     (kusus pasif bentuk di)
3. Kata ganti yang
4. Kata ganti milik
5. Penunjuk (ini,itu)
4. Kata keterangan (telah)
1. Pengertian : kata yang memberi keterangan tentang kata kerja, kata sifat, kata keterangan, kata bilangan
2. Macam :  1. Kualitatif  : menerangkan/menjelaskan suasana situasi dari suatu perbuatan (ia berjalan perlahan)
2. Waktu : menunjukkan berlangsungnya suatu peristiwa dalam suatu bidang waktu (sekarang,nanti,kemarin)
3. Tempat : memberi penjelasan atas berlangsungnya suatu peristiwa dalam suatu ruang (disini,disitu dll)
4. Cara : kata-kata yang menjelaskan suatu peristiwa karena tanggapan si pembicara atas berlangsungnya peristiwa tersebut (tak,bukan dll.)
5. Kata kerja ( ditolong)
1. pengertian : segala macam kata yang dapat diperluas dengan kelompok kata dengan  kata sifat
2. macam : 1.Transitif : kata kerja yang memerlukan objek
                     Contoh : Ivan menagisi ibunya yang sakit
2. Intransitif : kata kerja yang  tidak memerlukan objek
     Contoh : Adik menangis
3. Finit : kata kerja tentu
4. invinit : kata kerja tak tentu
5. Alis : bisa berdiri sendir dalam kalimat
6. masdar : kata kerja yang berungsi sebagai subjek
     Contoh : Merokok itu tak baik
7.Resiprok : kata kerja yang menyatakan saling
6. Kata depan (oleh)
1. Pengertian : kata yang merangkaikan kata-kat atu bagian kalimat
2. Macam : 1. (Akan) berfungsi :
- sebagai pengantar objek
- untuk menyatakan masa depan
-untuk penguat atau penekan
                 2. (Dengan) berfungsi :
- untuk menyatakan alat
- untuk menyatakan hubungan kesertaan
- untuk membentuk adverbal kualitatif
- untuk menyatakan keterangan komparatif
3. (Atas) berfungsi :
- membentuk keterangan tempat
-  menghubungkan kata kerja,kata benda,dengan kata keterangan
- dipakai di depan beberapa kata
4.(Antara) berfungsi :
- sebagai penunjuk jarak
-  sebagai penunjuk tempat
7. Kata bilangan (dua)
     1. Kata bilangan tentu
  - tunggal,contoh :satu sampai tujuh
  -  jamak,contoh :delapan,dst.
2. Tidak tentu
 Contoh : sedikit, banyak, beberapa
3. Tingkat
Contoh : keberapa
4. Kumpulan
Contoh : satu kelompok 6 orang
5. Pecahan
Contoh : 2/5
v  Kata sandang bilangan :menyangkut sifat bilangan itu sendiri
(penunjuk sifat/keadaan)
Contoh : seorang pelajar biasanya disiplin
v  Kata bantu bilangan : menyangkut jumlah bilangan
(penunjuk jumlah)
Contoh: Guru itu mengajari seorang siswa

8. Kata benda (orang)

1. Pengetian : segala macam kata yang dapat diterangkan atau diperluas dengan “yang  dengan kata sifat”
2.macam :     1. Konkret
                       - konkret nama diri (punya nyawa)
Contoh : nama  kota, sungai, pulau
- nama jenis
   Contoh : anting, kursi, kalung, almari
-nama himpunan
Contoh : lautan, daratan, perkotaan
-nama zat
 Contoh : H2SO4,O2,CO2

2.Abstrak
       1. Afik gabungan atau konfik (pe-an,ke-an)
       2. Kata benda yang tidak dapat dilihat

9. Kata sandang sifat (yang)
1. Fungsi : membentuk kata benda
     Si,sang,yang,hang,dang

2. Macam : si, sang, dang, yang
NB : kata sandang artikel membentuk kata benda

10.Kata sifat/keadaan (miskin)
                      - pengertian : kata yang menerangkan sifat benda
                      - pengunaan : harus memperhatikan keterangan aspek
                        Contoh : lampunya bukan terang      
·         Lampunya tidak terang
- fungsi :  1. Predikatif : untuk nominal pada predikatif.
                                      Contoh :bajunya baru
                 2. Subtantif : yang membentuk kata benda sebagai subjek
                                     Contoh :yang baru bajunya
                 3. Atributif : sebagai keterangan P/S/O
                                         Contoh : ia membeli baju baru









0 komentar:

Posting Komentar