Sabtu, 10 Mei 2014

Bahasa Indonesia

"Sintaksis"


A.    Kalimat
1.       Pengertian: Bunyi ujar (bunyi yang keluar dari alat ucap manuasia) yang didahului kesenyapan (suasana tenang) dan intansi menunjukka bahwa kalimat ujaran sudah lengkap.
2.      Unsur
a.       Sifat
1)      Sekmental : Unsur – unsure yang dapat dilihat
Contoh: Tanda baca, bentuk kata, pilihan kata, urutan kata
2)      Suprasekmental: Unsur – unsur yang tidak dapat dilihat
Contoh: Intansi, arti
b.      Wujud
1)      Subjek: Yang melakukan pekerjaan (aktif) dan yang dikenai pekerjaan (pasif)
2)      Predikat: Melakukan suatu pekerjaan
3)      Keterangan: Ket. Waktu, tempat, bilangan. Dll
4)      Objek
a)      Penderita: Objek pada kalimat aktif transitif
b)      Penyerta / Berkepentingan: Ibu membeli kue
c)      Berkata depan: Harus pakai, kata depan,
Contoh: Kita harus hormat kepada orang tua
d)     Pelaku / pelengkap: Yang melakukan pekerjaan kalimat pasif. (Pelaku, kalimat, aktif Intrasintif)
3.      Upaya / Logika Kalimat
a.       Urutan  / susunan kata
b.      Pilihan kata
c.       Bentuk kata
Contoh:
- Ibu memukul kucing
- Ibu terbang tinggi
                  Upaya perbaikan kalimat supaya menjadi logis
4.      Macam
a.       Susunan
1)      Tertib: Subyek mendahului Predikat (S.P)
Contoh: Ibu berlari dan ibu pergi ke pasar
2)       Inversi
a)       Antara: Predikat dan subjek tidak seramgkai
b)       Jika: Dipindah – pindah empat objek dan predikat serangkai atau  tidak boleh dipisah
c)       Kalau: Sudah dibentuk inversi tidak boleh merubah makna
Contoh: Hari ini ibu pergi ke pasar
Ø   Invers         P-S (Sesuai balik / variasi kaku)
Contoh: Berlari ia, berjalan ia
b.      Jenis Predikat
1)      Verbal: Kalimat yang predikatnya kata kerja
Contoh: Adik makan sayur
2)      Nominal: Kalimat yang predikatnya selain kata kerja
Contoh: Adik cantik, rumah besar
3)      Deponen: Kalimat yang subyeknya aktif, predikatnya pasif
Contoh:  Mobil itu tertabrak pohon asam.

  c. Isi/ intonasi
1)         Tanya: Diakhiri tanda tanya, kalimat tanya yang tak bertanya berarti tidak butuh jawaban.
2)         Berita:
a)      Langsung.
b)      Tak langsung.
3)    Perintah.
            d. Bentuk predikat hubungan S – P
1)      Kalimat aktif: kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan.
a)      Transitif: kalimat yang objeknya penderita.
Contoh: Kakak mencuci pakaian.
Ciri-ciri:           1. Berimbuhan me- kecuali me- pengecualian.
            2. Berobjek penderita, contoh: menyanyi.
            3. Dapat dijadikan pasif; ketentuan: S→O , O→S, P berubah bentuk.
b)      Intransitif: kalimat yang tak diikuti objek penderita.
Contoh: Ayah dating.
Ciri-ciri:           1. Berimbuhan ber-, me-, perkecualian.
            2. Tak berobjek penderita, contoh: menangis.
            3. Predikatnya kata kerja aus (kata kerja yang mampu berdiri sendiri).
            4. Tidak dapat dijadikan pasif.
2)      Kalimat pasif: kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan.
a)      Tindakan, di bagi menjadi per- dan di-
Contoh: Pintu itu ditutup.
Ciri-ciri:           1. Berimbuhan di- pesona( kata ganti) dipakai bila pelaku kegiatan
                 adalah pesona dua atau jamak.
            2. Peristiwa sedang berlangsung.
            3. Menyatakan unsur kesengajaan.
            4. Menyatakan tindakan.
b)   Keadaan.
      Contoh: Pintu itu tertutup.
      Ciri-ciri:           1. Berimbuhan ke-an, der, ke.
                  2. Menyatakan peristiwa yang telah berlangsung.
                  3. Mengandung unsur ketidaksengajaan.
                  4. Menyatakan keadaan.
  e. Pola kalimat
1)      S : P/P (subjek saja atau predikat saja).
2)      a) S – P  b) P – S
3)      S – P – O
4)      S – P – O – K / S – P – O – O – K
5)      K – S – P – O – K
6)      S1 – S2 -  PS – P / S – P1 – P2


7)      SKS – P1 / S – PKP – K
 


Arif anak pak Tono bekerja di pabrik. Ibu berjualan pakaian bekas di pasar.
                                                               S       P                     KP             P
                                                                                                     
f.        Jabatan
1)      Tunggal
a)      Sempurna / lengkap
(1)   Lengkap ( S + P lebih (kk))
Contoh : Ayah pergi ke Malang
                        S     P        K. tempat
(2)   Tak lengkap (hanya terdiri S+P)
Contoh : Saya makan
                  S     P
Kata yang SPOK nya hanya Satu
Contoh : Ibu memasak ikan di dapur
                S        P          O     K. tempat
b)      Tak sempurna ( kal. Elips) – hanya untuk S/P/O/K saja
Contoh : pergi, tinggal, becik, keluar

2)      Majemuk
a)      Setara
(1)   Penggabungan biasa
(a)    Kalimat majemuk yang pola 1 dan yang lainnya serangkai / sama
(b)   Menggunakan dan, bagi pula, lalu, kemudian
Contoh: Ia pergi ke rumahku dan ke pasar
(2)   Pemilihan (atau)
(3)   Pertentangan (tetapi, melainkan)
(4)   Perbatasa ( sebab, akibat)
(menurut hasil kongres terbaru no.4 di coret)
b)      Bertingkat : kalimat tunggal yang salah satu unsur diduduki/ di ganti kalimat lain/ salah satu unsur mengalami perluasan.
Contoh : Ahmad menjadi dokter        Anak asuh pak Akbar menjadi dokter
c)      Campuran : kalimat yang terdiri dari 2 pola yang kedudukannya setara
Contoh : Ibu pergi ke pasar dan ayah pergi ke tempat yang baru dibangun ibu

B.       Klausa
1.      Pengertian : bagian kalimat yang terdiri dari ( STP ) yang dipotensi menjadi kalimat dan kadang-kadang subyeknya dapat di hilangkan / bagian kalimat yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap yang ditandai dengan titik dan koma.
Contoh : Ayah makan, minum, merokok
2.       Macam
a.       Klausa atas : klausa yang tidak bisa diganti dengan klausa lain
Contoh : orang yang berbaju merah itu mengendarai mobil


b.      Klausa bawah
Contoh : Ia menjadi dokter
               S      P           O

C.     Frase
1.      Pengertian
Kumpulan kata yang mengandung pikiran lengkap (kata) dan kelompok kata. Serta bagian kalimat yang tidak melebihi batas fungsi (S-P-O)
O
 
P
 
S
 
Contoh : Kevin telah merakit Nusa

2.      Macam
a.       Endosentrik
Frase yang dalam distribusinya atau unsur – unsurnya saling menggantikan
satu atau keduanya.
1)      Atributif / bertingkat (subordinatif)
Salah satu unsur bisa menggantikan unsur yang lain.
Contoh : telah merakit & merakit telah
2)      Koordinatif / setara
Kedua unsur bisa saling menggantikan kedudukan (bisa disisipi ”dan” / ”atau”)
Contoh : Tini Tono & Tono Tini (kalu disisipi akan mengubah arti)
3)      Apositif
Keduanya bisa menggantikan unsur penjelas tapi lain, konotasinya/artinya berbeda, dengan kalimat semula.
Contoh : Eli anak Pak Adi tidak masuk sekolah karena sakit. Eli disini adalah anak Pak Adi.
b.      Eksosentrik
Frase yang tidak bisa menggantikan kedudukan dalam proses sebagai fungsi.
1)      Konjungsi : kata hubung yang berdiri sendiri.
2)      Preposisi   : kata depan.
Contoh : di perpustakaan & perpustakaan di
c.       Idiomatik / pembagian berdasarkan jam kita
Frase ungkapan yang termasuk makna gramatikal/makna kias.
Contoh : orang tua itu berjalan berseok-seok.
Catatan :  buku baru               = frase endosentrik atributif nominal kata kerja.
                Telah merakit          = frase endosentrik atributif verbal/kata kerja.
                Ia agak sakit            = frase endosentrik atributif sifat.

0 komentar:

Posting Komentar