"Sintaksis"
A.
Kalimat
1.
Pengertian: Bunyi
ujar (bunyi yang keluar dari alat ucap manuasia) yang didahului kesenyapan
(suasana tenang) dan intansi menunjukka bahwa kalimat ujaran sudah lengkap.
2.
Unsur
a.
Sifat
1)
Sekmental : Unsur – unsure yang dapat dilihat
Contoh: Tanda baca, bentuk kata, pilihan
kata, urutan kata
2)
Suprasekmental: Unsur – unsur yang tidak dapat dilihat
Contoh: Intansi, arti
b.
Wujud
1)
Subjek: Yang melakukan pekerjaan (aktif) dan yang dikenai
pekerjaan (pasif)
2)
Predikat: Melakukan suatu pekerjaan
3)
Keterangan: Ket. Waktu, tempat, bilangan. Dll
4)
Objek
a)
Penderita: Objek pada kalimat aktif transitif
b)
Penyerta / Berkepentingan: Ibu membeli kue
c)
Berkata depan: Harus pakai, kata depan,
Contoh: Kita harus hormat kepada orang tua
d)
Pelaku / pelengkap: Yang melakukan pekerjaan kalimat
pasif. (Pelaku, kalimat, aktif Intrasintif)
3.
Upaya / Logika Kalimat
a.
Urutan / susunan
kata
b.
Pilihan kata
c.
Bentuk kata
Contoh:
- Ibu memukul kucing
- Ibu terbang tinggi
4.
Macam
a.
Susunan
1)
Tertib: Subyek mendahului Predikat (S.P)
Contoh: Ibu berlari dan ibu pergi ke pasar
2)
Inversi
a)
Antara: Predikat
dan subjek tidak seramgkai
b)
Jika: Dipindah –
pindah empat objek dan predikat serangkai atau
tidak boleh dipisah
c)
Kalau: Sudah
dibentuk inversi tidak boleh merubah makna
Contoh: Hari ini ibu pergi ke pasar
Ø
Invers P-S (Sesuai balik / variasi kaku)
Contoh: Berlari ia, berjalan ia
b.
Jenis Predikat
1)
Verbal: Kalimat yang predikatnya kata kerja
Contoh: Adik makan sayur
2)
Nominal: Kalimat yang predikatnya selain kata kerja
Contoh: Adik cantik, rumah besar
3)
Deponen: Kalimat yang subyeknya aktif, predikatnya pasif
Contoh:
Mobil itu tertabrak pohon asam.
c. Isi/ intonasi
1)
Tanya:
Diakhiri tanda tanya, kalimat tanya yang tak bertanya berarti tidak butuh
jawaban.
2)
Berita:
a)
Langsung.
b)
Tak
langsung.
3) Perintah.
d. Bentuk predikat
hubungan S – P
1)
Kalimat
aktif: kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan.
a)
Transitif:
kalimat yang objeknya penderita.
Contoh: Kakak
mencuci pakaian.
Ciri-ciri: 1. Berimbuhan me- kecuali me-
pengecualian.
2. Berobjek penderita, contoh:
menyanyi.
3. Dapat dijadikan pasif; ketentuan:
S→O , O→S, P berubah bentuk.
b)
Intransitif:
kalimat yang tak diikuti objek penderita.
Contoh: Ayah
dating.
Ciri-ciri: 1. Berimbuhan ber-, me-,
perkecualian.
2. Tak berobjek penderita, contoh:
menangis.
3. Predikatnya kata kerja aus (kata
kerja yang mampu berdiri sendiri).
4. Tidak dapat dijadikan pasif.
2)
Kalimat
pasif: kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan.
a)
Tindakan,
di bagi menjadi per- dan di-
Contoh: Pintu
itu ditutup.
Ciri-ciri: 1. Berimbuhan di- pesona( kata ganti)
dipakai bila pelaku kegiatan
adalah pesona dua atau jamak.
2. Peristiwa sedang berlangsung.
3. Menyatakan unsur kesengajaan.
4. Menyatakan tindakan.
b) Keadaan.
Contoh: Pintu itu tertutup.
Ciri-ciri: 1.
Berimbuhan ke-an, der, ke.
2. Menyatakan peristiwa yang
telah berlangsung.
3. Mengandung unsur
ketidaksengajaan.
4. Menyatakan keadaan.
e. Pola kalimat
1)
S
: P/P (subjek saja atau predikat saja).
2)
a)
S – P b) P – S
3)
S
– P – O
4)
S
– P – O – K / S – P – O – O – K
5)
K
– S – P – O – K
6)
S1
– S2 - PS –
P / S – P1 – P2
7)
SKS
– P1 / S – PKP – K
![]() |
|||
Arif anak pak Tono bekerja di pabrik.
Ibu berjualan pakaian bekas di pasar.
S
P KP
P
f.
Jabatan
1)
Tunggal
a)
Sempurna
/ lengkap
(1)
Lengkap
( S + P lebih (kk))
Contoh : Ayah pergi ke Malang
S P
K. tempat
(2)
Tak
lengkap (hanya terdiri S+P)
Contoh : Saya makan
S P
Kata yang SPOK nya hanya Satu
Contoh : Ibu memasak ikan di
dapur
S P O
K. tempat
b)
Tak
sempurna ( kal. Elips) – hanya untuk S/P/O/K saja
Contoh : pergi, tinggal, becik, keluar
2)
Majemuk
a)
Setara
(1)
Penggabungan
biasa
(a)
Kalimat
majemuk yang pola 1 dan yang lainnya serangkai / sama
(b)
Menggunakan
dan, bagi pula, lalu, kemudian
Contoh: Ia pergi ke rumahku dan ke pasar
(2)
Pemilihan
(atau)
(3)
Pertentangan
(tetapi, melainkan)
(4)
Perbatasa
( sebab, akibat)
(menurut hasil kongres terbaru no.4 di coret)
b)
Bertingkat
: kalimat tunggal yang salah satu unsur diduduki/ di ganti kalimat lain/ salah
satu unsur mengalami perluasan.
c)
Campuran
: kalimat yang terdiri dari 2 pola yang kedudukannya setara
Contoh : Ibu
pergi ke pasar dan ayah pergi ke tempat yang baru dibangun ibu
B.
Klausa
1.
Pengertian
: bagian kalimat yang terdiri dari ( STP ) yang dipotensi menjadi kalimat dan
kadang-kadang subyeknya dapat di hilangkan / bagian kalimat yang dapat berdiri
sendiri sebagai kalimat lengkap yang ditandai dengan titik dan koma.
Contoh : Ayah
makan, minum, merokok
2.
Macam
a.
Klausa
atas : klausa yang tidak bisa diganti dengan klausa lain
Contoh : orang
yang berbaju merah itu mengendarai mobil
b.
Klausa
bawah
Contoh : Ia
menjadi dokter
S P O
C.
Frase
1.
Pengertian
Kumpulan kata yang mengandung pikiran lengkap (kata) dan
kelompok kata. Serta bagian kalimat yang tidak melebihi batas fungsi (S-P-O)
|
|
|
2.
Macam
a.
Endosentrik
Frase yang dalam distribusinya atau unsur – unsurnya saling menggantikan
satu atau keduanya.
1)
Atributif
/ bertingkat (subordinatif)
Salah satu unsur bisa menggantikan unsur yang lain.
Contoh : telah merakit & merakit telah
2)
Koordinatif
/ setara
Kedua unsur bisa saling menggantikan kedudukan (bisa disisipi ”dan” /
”atau”)
Contoh : Tini Tono & Tono Tini (kalu disisipi akan mengubah arti)
3)
Apositif
Keduanya bisa menggantikan unsur penjelas tapi lain, konotasinya/artinya
berbeda, dengan kalimat semula.
Contoh : Eli anak Pak Adi tidak masuk sekolah karena sakit. Eli disini
adalah anak Pak Adi.
b.
Eksosentrik
Frase yang tidak bisa menggantikan kedudukan dalam proses sebagai fungsi.
1)
Konjungsi
: kata hubung yang berdiri sendiri.
2)
Preposisi : kata depan.
Contoh : di perpustakaan & perpustakaan di
c.
Idiomatik
/ pembagian berdasarkan jam kita
Frase ungkapan yang termasuk makna gramatikal/makna kias.
Contoh : orang tua itu berjalan berseok-seok.
Catatan : buku baru
= frase endosentrik atributif
nominal kata kerja.
Telah merakit = frase
endosentrik atributif verbal/kata kerja.
Ia agak sakit = frase
endosentrik atributif sifat.







0 komentar:
Posting Komentar